- Prediksi Erosi pada Lahan Agroforestri di Daerah Tangkapan Air Gintung Sub DAS Merawu Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara
- Prediksi Erosi Dengan Metode Erosion Bridge Pada Lahan Agroforestri Kopi Robusta (Coffea Canephora) di Desa Binangun, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara
- Intersepsi Tajuk pada Lahan Agroforestri Kopi Robusta (Coffea canephora) di Desa Binangun Kecamatan Karangkobar Kabupaten Banjarnegara
- Analisis Laju dan Kapasitas Infiltrasi pada Berbagai Tipe Agroforestri di Desa Binangun, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara
- Analisis Daya Dukung Ketersediaan Sumber Air dalam Memenuhi Kebutuhan Masyarakat di Desa Binangun, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara
Intersepsi Tajuk pada Lahan Agroforestri Kopi Robusta (Coffea canephora) di Desa Binangun Kecamatan Karangkobar Kabupaten Banjarnegara

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika daur hidrologi (intersepsi) dalam sistem agroforestri kopi robusta (Coffea canephora) di Dusun Gintung, Binangun, Karangkobar, Banjarnegara. Data primer yang dikumpulkan meliputi data vegetasi, kerapatan tajuk, luas proyeksi tajuk, tebal hujan, aliran tembus, dan aliran batang. Pengukuran tebal hujan menggunakan ombrometer/ARR, aliran tembus dengan penadah air hujan, dan aliran batang dengan karpet talang. Data dianalisis menggunakan SExI-FS untuk menggambarkan profil vegetasi pada plot penelitia, serta Microsoft Excel dan SPSS untuk analisa regresi sehingga dapat diketahui hubungan antara tebal hujan dan intersepsi tajuk.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa rata-rata intersepsi tajuk total pada sistem agroforestri kopi robusta mencapai 42,39%, yang menunjukkan bahwa sistem ini memiliki kemampuan tinggi dalam menahan air hujan berkat lapisan strata tajuknya yang bertingkat. Berdasarkan temuan ini, direkomendasikan penanaman pohon suren karena morfologi batangnya yang kasar dan berongga terbukti signifikan dalam mengurangi aliran permukaan (run-off) yang tinggi. Selain itu, penting untuk melakukan pengelolaan tanaman yang optimal dengan tidak hanya mempertimbangkan faktor produktivitas, tetapi juga karakteristik hidrologis (termasuk kapasitas intersepsi) guna memastikan pengelolaan neraca air yang lebih efektif.
Ditulis oleh: Muhammad Garda Justicia (21/478680/KT/09591)